Film yang satu ini awalnya sama sekali tidak menarik untuk aku. Terus juga rasanya nggak begitu hype. Eh tapi tiba-tiba aja dalam sehari (pas aku lagi santai, scrolling sosmed mulu seharian) film ini muncul terus dari share-sharean temen-temenku. Alhasil—karena memang aku juga lagi (sok) nganggur, kutonton deh akhirnya. Sekali tonton kelar, walaupun aku merasa film ini agak cukup lama.
Pertanyaan
pertama orang itu pasti: “Bagus, nggak?”. Aku sebagai seorang yang hanya
penikmat harus mengatakan bahwa jujurly
(wkwk bahasa apa ini?) agak membosankan dari awal hingga pertengahan menuju
akhir. Loh, kalau gitu membosankan terus dong sepanjang film? Oh, enggak. Kan
aku nggak bilang sampai akhir ngeboseninnya. Di bagian part pertengahan menuju akhir
itu ternyata adalah ‘gong’nya. Jadi, kalau kamu berniat buat nonton, harus
nonton sampai akhir! Nggak boleh skip!
Bisa
dilihat dari posternya, kelihatan sih film ini bergenre romance-drama! Keseharian
banget deh ceritanya, menurutku. Kalau hanya lihat poster, aku sepertinya
memilih untuk tidak nonton juga, sih. Karena pemerannya pun bukan artis yang
aku ikuti. Tapi eh tapi akhirnya nonton juga :)
Alur
ceritanya itu maju-mundur. Tapi, kalian nggak bakal menyadari satu hal tentang ‘waktu’
yang berlaku di film ini. Nah loh?! Maksudnya? Susah ngejelasinnya, takut
spoiler juga, mending tonton! Di awal akan dibuka dengan kehidupan seorang pasien
yang jatuh cinta pada perawatnya. Sampai akhirnya mereka menjalin hubungan. Dan
selanjutnya pun akan bercerita tentang kehidupan dua insan—belum menikah, yang mempunyai
status berpacaran. Melihat dari judul yang aku pasang, mengerti lah ya, salah
satu bagian film ini (hampir keseluruhan, sih) bercerita tentang kehidupan
dunia pacaran dalam LDR (Long Distance Relationship).
Jadi,
buat kamu yang mau pacaran, tapi LDR-an, tonton ini dulu, deh. Ada sedikit
gambaran (banyak deng kalau dipikir-pikir lagi) di sini buat kamu, walaupun yaa
konflik ini nggak berlaku di semua orang. Iya, kan? Tapi buat antisipasi,
kenapa enggak? Yok bisa yok, tonton, yok! Mayan jadi tahu masalah apa aja sih
yang bakal dilalui sama pasangan LDR? Orang ketiga? Bisa jadi. Nggak cuma itu
juga, sih.
Oke deh, udah. Aku nggak mau spoiler
banyak-banyak karena ini film, ya. Nggak kayak drama yang durasinya panjang
jadi bisa cerita banyak part juga.
Salut
pokoknya sama penulis skenarionya, akhir yang sangat membagongkan! Berhasil
banget bikin kita salah perkiraan dari awal sampai akhir. Ah, elunya doang kali yang gampang ketipu sama film. Percayalah,
ini bukan cuma aku yang bilang, beberapa temen yang share juga nulis gini. Oh, ya, nggak lupa pemainnya juga
keren-keren lucu lah yaaa. Lemme mention:
Jang Ki-yong sebagai Jang Hyuk (pemeran utama
laki-laki), Chae Soo-bin sebagai Da-eun (pemeran utama wanita), Krystal Jung
sebagai Han Bo-yeong (pemeran second-lead
wanita), dll.
Gimana,
penasaran nggak? Haha.
Yang
LDR yang LDR… Mayan deh drama yang satu ini buat mengukuhkan kembali niat
mempunyai hubungan.
Amanat
yang ada di film ini begitu jelas. Nggak ada ambiguitas. Haha. Sebagai manusia
yang tidak pernah merasakan pacaran, aku hanya tertawa. Tapi sambil mikir juga
sih, kalau seandainya nanti takdir juga memisahkanku dengan ‘doi’, setidaknya
aku punya ancang-ancang hasil nonton film ini.
“Sweet
and Sour. Manis dan Asam. Hubungan itu nggak selamanya manis, ada asamnya juga.
Jangan mau manis mulu. Inget realita!”—(Pov: Penulis blog marah-marah).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan ditulis komentarnya. semoga manfaat :)